NAMA : JATI DIPO PRATAMA
KELAS :3 KB 02
Latar
Belakang
Bahasa
Indonesia adalah hasil pertumbuhan dan perkembangan bahasa melayu. Untuk
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bahasa melayu, perlu kita mengetahui
sedikit tentang sejarah bahasa melayu tersebut.
Bahasa-bahasa
dan dialek-dialek yang jumlahnya besar itu meskipun dari satu rumpun, akan
tetapi karena perkembangannya yang berbeda-beda, terjadilah perbedaan-perbedaan
pula antara bahasa-bahasa itu. Bangsa-bangsa yang mendiami beribu-ribu pulau
serta memiliki beratus-ratus bahasa dan dialek memerlukan perhubungan antara
sesamanya .di negeri kita pada waktu itu, adalah bahasa melayu. Bahasa
melayu telah menjadi bahasa umum di Asia Tenggara berabad-abad lainnya,
meskipun bahasa itu bukan bahasa yang terbesar di kepulauan kita.
Tidak
dapat dipungkiri lagi bahwa bahasa melayu telah menjadi bahasa umum di negeri
kita. Gubernur Jenderal Ruchusson turut mengakuinya. Oleh karena itu, ia
mengusulkan agar bahasa melayu dijadikan bahasa pengantar di sekolah-sekolah,
sebab bahasa melayu merupakan lingua franca di seluruh kepulauan dan dipakai
oleh bangsa yang berbeda-beda seperti : bangsa Arab, Cina, Jawa, dan lain-lain.
Sewajarnyalah bahwa pada akhirnya bahasa melayu itu terangkat kedudukannya
menjadi bahasa nasional.
Seiring
dengan makin berkembangnya pertumbuhan bahasa melayu tersebut makin bertambah
banyak pula organisasi dan munculnya pergerakan-pergerakan di Indonesia.
Peristiwa-peristiwa
penting dalam perkembangan bahasa Indonesia.
Tahun-tahun
penting yang mengandung arti sangat menentukan dalam sejarah perkembangan
bahasa melayu / Indonesia dapat dirinci sebagai berikut.
1)
Pada tahun 1901 disusun ejaan resmi bahasa melayu oleh Ch. A Van Ophusijen dan
dimuat dalam kitab logat melayu
2)
Pada tahun 1908 pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku bacaan yang
diberi nama commissie voor de volkslectuur (taman bacaan rakyat), yang kemudian
pada tahun 1917 diubah menjadi balai pustaka. Balai pustaka menerbitkan
buku-buku novel, seperti siti nurbaya dan salah asuha, buku-buku penuntun
bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu
penyebaran bahasa melayu di kalangan masyarakat luas.
3)
Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam
perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal 28 Oktober 1928 itulah para
pemuda pilihan memancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa
Indonesia
4)
Pada tahun 1933 secara resmi berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang
menanamkan dirinya pujangga baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana
dan kawan-kawan
5)
Pada tanggal 2-28 Juni 1938 dilangsungkan kongres bahasa Indonesia I di Solo.
Dari hasil kongres di Solo ini dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan
pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan
budayawan kita saat itu
6)
Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-undang 1945, yang salah
satu pasalnya (pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
7)
Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan
Soewandi) sebagai pengganti ejaan van Ophuisjen yang berlaku sebelumnya
8)
Kongres bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober 2 November
1954 adalah juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus
menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa nasional
dan ditetapkan sebagai bahasa negara itu.
9)
Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan penggunaan
ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan melalui pidato kenegaraan di depan
sidang DPR yang dikuatkan pula dengan keputusan presiden no. 57, tahun 1972.
10)
Pada tanggal 31 Agustus 1972 menteri pendidikan dan kebudayaan menetapkan
pedoman umum ejaan Indonesia yang disempurnakan dan pedoman umum pembentukan
istilah resmi berlaku di seluruh Indonesia.
11)
Kongres bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28
Oktober – 2 November 1978 merupakan peristiwa peristiwa yang penting bagi
kehidupan bahasa Indonesia. Kongres yang diadakan dalam rangka peringatan hari
Sumpah Pemuda yang kelima puluh ini, selain memperlihatkan kemajuan,
pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 198, juga berusaha
memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
12)
Kongres bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada 21 – 26 November
1983. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda
yang ke-55. Dalam putusanya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa
Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum dalam
garis-garis besar haluan negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara
Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat
tercapai semaksimal mungkin.
13)
Kongres bahasa Indonesia V juga diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober – 3
November 1988. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa
Indonesia dari seluruh nusantara dan peserta tamu dari negara sahabat seperti
Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Belanda Jerman, dan Australia. Kongres
ini ditandai dengan dipersembahkannya karya besar pusat pembinaan dan
pengembangan bahasa kepada pecinta bahasa di nusantara, yaitu berupa (1) kamus
besar bahasa Indonesia, dan (2) tata bahasa baku bahasa Indonesia.
14)
Kongres bahasa Indonesia VI diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober – 2
November 1993. pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa di Indonesia dan 53 peserta
tamu dari mancannegara (Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India,
Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan America Serikat). Kongres
ini mengusulakn agar pusat pembinaan dan pengembangan bahasa ditingkatkan
statusnya menjadi lembaga bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya
undang-undang bahasa Indonesia
15)
Kongres bahasa Indonesia VII diselenggarakan di hotel Indonesia Jakarta pada
tanggal 26 – 30 Oktober 1988. kongres ini mengusulkan dibentuknya badan
pertimbangan bahasa dengan ketentuan sebagai berikut :
Keanggotaannya
terdiri atas tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap
bahasa dan sastra
Tugasnya
ialah memberikan nasehat kepada pusat pemerintahan dan pengembangan bahasa
serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan pusat pembinaan dan
pengembangan bahasa.
FUNGSI BAHASA INDONESIA
Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum
dan secara khusus.
Dalam literatur bahasa, dirumuskannya fungsi bahasa secara umum bagi setiap
orang adalah
1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa
kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati
dan pikiran kita.
2. Sebagai alat komunikasi.
Bahasa merupakan saluran maksud seseorang, yang melahirkan perasaan dan
memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama. Komunikasi merupakan akibat yang
lebih jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai
komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi
sasaran utama perhatian seseorang.
3. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa
yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan
menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan
menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang
dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk
berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
4. Sebagai alat kontrol Sosial.
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol
sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku
pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan
masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol
sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah.
Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa
marah kita.
Fungsi bahasa secara khusus :
1. Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari- hari.
Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi
dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa
formal dan non formal.
2. Mewujudkan Seni (Sastra).
Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni,
seperti syair, puisi, prosa dll. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki
makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman
yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3. Mempelajari bahasa- bahasa kuno.
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau
kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat
terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa
keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui
asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan
prasasti-prasasti.
4. Mengeksploitasi IPTEK.
Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia, serta akal dan
pikiran yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu
mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya
manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan
manusia itu sendiri.
Kedudukan Bahasa Indonesia
Kedudukan Bahasa Indonesia terdiri
dari :
1. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa
Nasional
Fungsi Bahasa Indonesia dalam
kedudukannya sebagai bahasa nasional:
1). Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai Lambang kebanggaan kebangsaan
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai
– nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar
kebanggaan ini , Bahasa Indonesia harus kita pelihara dan kita kembangkan.
Serta harus senantiasa kita bina rasa bangga dalam menggunakan Bahasa Indonesia.
2). Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai lambang identitas nasional
Bahasa Indonesia dapat memiliki
identitasnya apabila masyarakat pemakainya/yang menggunakannya membina dan
mengembangkannya sehingga bersih dari unsur – unsur bahasa lain.
3). Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar budaya
Dengan adanya Bahasa Indonesia kita
dapat menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi/berkomunikasi
dengan masyarakat-masyarakat di daerah (sebagai bahasa penghubung antar warga,
daerah, dan buadaya).
4). Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai – bagai suku bangsa dengan
latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing – masing kedalam kesatuan
kebangsaan Indonesia.
Dengan bahasa Indonesia memungkinkan
berbagai suku bangsa mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu
dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai –
nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
2. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa
Negara
Fungsi Bahasa Indonesia dalam
kedudukannya sebagai bahasa Negara:
1). Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai bahasa resmi kenegaraan
Sebagai bahasa resmi kenegaraan ,
bahasa Indonesia dipakai didalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan
kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
2). Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai bahasa pengantar didalam dunia pendidikan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa
pengantar yang digunakan di lembaga – lembaga pendidikan mulai dari taman kanak
– kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia.
3). Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan
dan pelaksanaan pembangunan
Bahasa Indonesia dipakai bukan saja
sebagai alat komunikasi timbal – balik antara pemerintah dan masyarakat luas,
dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar suku , melainkan
juga sebagai alat perhubungan didalam masyarakat yang sama latar belakang
sosial budaya dan bahasanya.
4). Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bahasa Indonesia adalah satu –
satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan
nasional sedemikian rupa sehingga ia memikili ciri – ciri dan identitasnya
sendiri ,yang membedakannya dari kebudayaan daerah.
DAFTAR
PUSTAKA
Arifin
Zaenal, 1999. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta; Akademika Pressindo
Badudu,
J.S. 1982. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia Bandung; Pustaka
Ngajeman
Muhammad. 1986. Kamus Etimologi Bahasa Indonesia. Jakarta; Effhar,
dan Dahara Prize
Yamiliah,
M. dan Drs. Slamet Somsoerizal. 1994. Bahasa Indonesia untuk Pendidikan
Kesehatan. Jakarta: Depkes.
www.scribd.com/doc/27448428/an-Bahasa-Indonesia